5 Misi ke Luar Angkasa yang Merugikan dan Menghilangkan Nyawa Manusia

Mata Internet Dunia: 5 Misi ke Luar Angkasa yang Merugikan dan Menghilangkan Nyawa Manusia - 1.Challenger
[lihat.co.id] - Bencana Pesawat Ulang-Alik Challenger  terjadi pada Selasa, 28 Januari 1986, ketika Space Shuttle Challenger meledak 73 detik setelah diluncurkan, menyebabkan kematian tujuh awak astronot.pesawat hancur di atas Samudera Atlantik , lepas pantai pusat Florida pada 11:38 EST (16:38 UTC ). Disintegrasi seluruh pesawat mulai setelah segel cincin-O  di kanan solid rocket booster (SRB) gagal dilepas. Satu dari dua roket pendorong miring dan menggores badan pesawat seketika timbul percikan api disusul meledaknya pesawat.

Kompartemen awak dan banyak fragmen kendaraan lain akhirnya ditemukan dari dasar laut setelah pencarian panjang dan operasi pemulihan. Meskipun waktu yang tepat dari kematian kru tidak diketahui, anggota kru beberapa diketahui telah selamat dari kecelakaan pesawat ruang angkasa.Namun, pesawat tidak punya sistem melarikan diri dan para astronot tidak bertahan dari kompartemen awak di permukaan laut.

2.Colombia
[lihat.co.id] - Columbia menemui ajalnya setelah menyelesaikan misi ke 28. Kecelakaan terjadi setelah 16 hari awak pesawat Columbia berhasil menuntaskan misinya di Stasiun Luar Angkasa Internasional. Pesawat hancur ketika akan memasuki kembali atmosfer Bumi.

Sebanyak 7 astronot ikut tewas dalam misi tersebut. Mereka adalah David Brown, Rick Husband, Laurel Clark, Kalpana Chawla, Michael Anderson, William McCool dan Ilan Ramon. Ramon adalah astronot pertama asal Israel yang terbang ke antariksa.

Investigasi menunjukkan, sebab kecelakaan adalah gabus insulator yang jatuh darib tangki bahan bakar 81 detik setelah Columbia berangkat. Gabus itu mengenai komposit karbon di panel sayap yang rapuh. Akibatnya fatal.

Pesawat Columbia yang hancur menyisakan keping-keping yang jatuh di beberapa wilayah Amerika Serikat. Kepingan tersebut kemudian dikumpulkan menjadi arsip yang didimpan di Kennedy Space Center.

Sebanyak 84.000 kepingan Columbia tersimpan, diantaranya adalah kepingan sayap hingga ban. Semua tersimpan di Vehicle Assembly Building, Kennedy Space Center. NASA juga menggunakan koleksi tersebutb untuk menganalisis kecelakaan pesawat ulang alik.

Micahel Ciannilli dari Columbia Research and Preservation Office Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA), mengatakan, "Satu hal terpenting yang perlu dipelajari dari kecelakaan Columbia adalah perlunya belajar mendengar perangkatmu. Mereka benar-benar bicara padamu."

3.Apollo
[lihat.co.id] - Pada 27 Januari 1967, Gus Grissom, Ed White, dan Roger Chafee tewas saat roket Apollo 1 meledak dalam simulasi peluncuran. Hubungan pendek menimbulkan loncatan bunga api dan menyambar oksigen murni yang menjadi salah satu pendorong roket. Investigasi kecelakaan Apolo 1, jadi pelajaranberharga, para ilmuwan akhirnya berhasil mengirimkan astronot ke Bulan pada 20 Juli 1969 dalam misi Apollo 11.

4.Korut
[lihat.co.id] - Roket Korea Utara yang diluncurkan Jumat pagi hancur dan jatuh ke laut sesaat setelah lepas landas.
Kantor berita resmi Korea Utara mengakui bahwa roket tiga tahap itu gagal memasuki orbit. Kantor berita itu mengatakan, para ilmuwan sedang menyelidiki penyebab kegagalan, tapi tidak memberikan keterangan lebih jauh. 

Komando Utara Amerika mengatakan indikasi awal menunjukkan bahwa pada peluncuran tahap pertama roket jatuh ke Laut Kuning. Mereka juga mengatakan,  roket itu juga mengalami kegagalan pada dua tahap berikutnya sebelum akhirnya jatuh ke laut.

Menteri Pertahanan Jepang Naoki Tanaka mengatakan, roket itu tampak melesat hingga 120 kilometer ke udara sebelum pecah menjadi empat bagian dan jatuh ke Laut Kuning.

5.Rusia
[lihat.co.id] - Roket Proton-M diluncurkan dari Kosmodrom Baikonur, Kazakhstan, pada Minggu 5 Agustus 2012, malam. Badan Ruang Angkasa Rusia, Roscosmos, menjelaskan kegagalan itu disebabkan oleh kerusakan fungsi pendorong Briz-M pada roket.

Mulanya, roket pendorong Briz-M bekerja sesuai jadwal. Namun, hanya menyala selama 7 menit. Padahal, untuk mendorong satelit hingga ke orbit, mesin itu harus menyala 18 menit.

Pejabat Roscosmos mengatakan pada tahap awal, pendorong berfungsi dengan baik. Namun, pada tahap selanjutnya, untuk dorongan terakhir satelit ke ruang angkasa, Briz-M mati sebelum waktunya.
sumber

Related Posts: 5 Misi ke Luar Angkasa yang Merugikan dan Menghilangkan Nyawa Manusia

Blog Archive